Ekonomi RI Mati Suri, Rakyat Tak Boleh Lapar

(Last Updated On: July 17, 2020)

RMco.id  Rakyat Merdeka – Usulan agar Bank Indonesia (BI) mencetak uang Rp 600 triliun yang dilontarkan anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Mei lalu, sempat jadi polemik panjang. Ada yang setuju, ada yang menolak. Namun, dengan kondisi ekonomi yang saat ini semakin parah akibat wabah corona, usulan tersebut nampaknya perlu segera dieksekusi. Segera cetak uang dan bagikan ke rakyat, agar mereka tak kelaparan.

Misbakhun menyatakan, usulan tersebut sebenarnya sudah diamini BI. Namun, bentuknya burden sharing alias tanggung renteng antara Pemerintah dan BI. “Sudah selesai diputuskan di Komisi XI DPR soal burden sharing,” kata Misbakhun, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dalam kesepakatan di Rapat Komisi XI DPR, 6 Juli lalu, BI akan menanggung beban pembiayaan sebesar Rp 397,56 triliun untuk belanja publik. Namun, Misbakhun belum tahu persis sudah sejauh mana realisasinya. Nominal burden sharing yang disepakati juga, menurutnya, masih terlalu kecil.

Selengkapnya

Share Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *