Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah berencana melebarkan defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 menjadi 2,92 persen dari semula sebesar 2,41 persen pada APBN 2017. Melebarnya defisit anggaran disebabkan terpangkasnya penerimaan pajak dan membengkaknya belanja negara.

Anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar M. Misbakhun menyebut peningkatan defisit dalam APBNP menjadi 2,92 persen memang tak terelakkan seiring dengan target penerimaan pajak yang diproyeksi meleset pada tahun ini. Sementara itu, penambahan anggaran belanja negara juga mendesak terutama untuk menutup anggaran subsidi pada sektor energi.

“Pelebaran proyeksi defisit bisa dimengerti. Konsekuensi defisit menjadi melebar masih bisa diterima sepanjang tidak melewati batas 3 persen,” ujar Misbakhun kepada CNNIndonesia.com,

Selengkapnya

LEAVE A REPLY