Liputan6.com, Jakarta – Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Misbakhun menuturkan, terlalu naif penundaan kenaikan harga BBM jenis premium bermuatan politis kepentingan 2019. Keputusan Presiden Jokowi membatalkan kenaikan harga di detik akhir itu tak ada hubungannya dengan Pilpres 2019.

“Terlalu naif kalau dikatakan bahwa penundaan kenaikan BBM dikaitkan dengan kontestasi Pilpres,” kata Misbakhun lewat pesan singkat, Kamis (11/10/2018).

Politikus Golkar itu menjelaskan, pemerintah menunda karena nilai tukar dolar dan harga minyak masih bisa dikendalikan. Sehingga, saat ini belum perlu kenaikan harga premium.

Selengkapnya

LEAVE A REPLY