93misbakhun-golkarINILAHCOM, Jakarta – Salah satu inisiator Hak Angket Century DPR, M.Misbakhun menilai,vonis yang sudah dijatuhkan Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap Budi Mulya, menguatkan peran Boediono dalam kasus Century.

Budi Mulya divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim, Rabu (16/7/2014). Misbakhun menilai, vonis terhadap Budi ini, adalah pintu untuk menaikkan status terhadap mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjadi Wakil Presiden yakni Boediono.

“Karena sangat jelas dalam putusan vonis Budi Mulya di Pengadilan Tipikor, Budi Mulya divonis bersama-sama Boediono, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia melakukan kejahatan tindak pidana korupsi,” kata Misbakhun di Jakarta, Kamis (17/7/2014).

Banyak pihak terkait yang sebelumnya menjabat di BI, yang harus juga diseret. Misbakhun menyebut seperti Mirana S Goeltom, Siti Ch.Fadjriah, Muliaman D. Hadad, Hartadi A. Sarwono, Ardhayadi Mitodarwono dan Raden Pardede.

Menurut politisi Partai Golkar ini, mereka adalah orang-orang yang turut disebut dalam persidangan, mapun dalam amar putusan vonis Budi Mulya.

“Mereka juga disebut dalam vonis Budi Mulya terlibat dalam kejahatan tindak pidana korupsi untuk juga segera ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Menurut Misbakhun, KPK tidak boleh berhenti hanya pada Budi Mulya saja. Banyak pihak-pihak, katanya, yang harus dijerat lagi oleh KPK.

Politisi asal Pasuruan Jawa Timur ini mencontohkan kasus Akil Mochtar. Walau mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu sudah divonis seumur hidup oleh majelis hakim Tipikor, namun perkaranya tetap berlanjut. KPK, kata dia, menyeret juga para pelaku penyuap Akil, seperti yang dilakukan terhadap Wali Kota Palembang dan istrinya.

“Walaupun Akil Mochtar melakukan upaya banding, KPK terus konsisten menjerat para penyuap Akil Mochtar. Terbukti Wali Kota Palembang dan istrinya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” katanya. [gus]

Sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/2120397/misbakhun-muara-vonis-budi-mulya-adalah-boediono#.U8iea7Hm69A

LEAVE A REPLY